Disdikbud Kalsel Dorong Pelestarian Permainan Tradisional Melalui Perlombaan

SHARE

Dalam rangka melindungi dan melestarikan permainan rakyat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Bidang Kebudayaan menggelar perlombaan permainan tradisional Kebudayaan.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari menggunakan Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD) melalui Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disdikbud Provinsi Kalsel yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Banjarmasin dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Disdikbud Kalsel, M. Yusuf Effendi mengatakan perlombaan ini memiliki misi untuk pemajuan kebudayaan, sesuai dengan UU Nomor 05 Tahun 2017.

“Bahwa pemajuan kebudayaan adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi Indonesia, di tengah peradaban dunia melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan,” ucapnya, Banjarmasin, Rabu (13/10/2021).

Maka dari itu, pihaknya melaksanakan lomba permainan tradisional ini, yang mana termasuk ke dalam ekosistem dari 10 jenis Objek Pemajuan Kebudayaan.

“Harapan kami untuk permainan tradisional seperti balogo dan bagasing bisa dikenal secara Nasional. Maka mari bersama-sama melindungi dan melestarikan permainan tradisional Banua kita,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, D. Sunjaya Adhiarso mengungangkpan ada 5 kategori cabang permainan tradisional yang dilombakan dengan total hadiah Rp51 juta.

“Di antaranya balogo, bagasing, egrang, hadang dan terompah. Untuk balogo dan bagasing sudah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTb) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,” jelasnya.

Untuk peserta yang ikut dalam kegiatan kali dari tingkat SMA/SMK di 13 Kabupaten/Kota dan sebelum kegiatan dimulai para peserta telah melakukan SWAB yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kalsel.

“Jadi setiap sekolah Kabupaten/Kota mengirimkan 20 peserta yang terdiri dari 3 peserta untuk balogo, bagasing dan 1 guru pendamping, lalu untuk lomba egrang dan terompah juga 3 peserta dan 1 guru pendamping, serta 5 peserta lomba hadang dan 1 guru pendamping,” tuturnya.

Selain itu, Ia menjelaskan ada 5 koordinator yang nantinya menjadi juri pada saat perlombaan dimulai.

“Koordinator juri bagasing yaitu Abdul Hamid, koordinator juri balogo, Agus Triatno, koordinator juri egrang, Fitrianor, koordinator juri terompah panjang, Wahidah dan koordinator juri hadang, Ari Ramadhani,” pungkasnya. MC Kalsel/usu